LIKU-LIKU LAKI-LAKI LUKA-LUKA (part 2) Oleh : Heru Patria - FLP Blitar

LIKU-LIKU LAKI-LAKI LUKA-LUKA (part 2) Oleh : Heru Patria

Bagikan
LIKU-LIKU LAKI-LAKI LUKA-LUKA  (part 2)
Oleh : Heru Patria 

Tak perlu membenci pada orang yang pernah melukai hati, karena sesungguhnya dia hanya perantara Tuhan agar kita jadi pribadi yang kuat. 

Tak usah mendendam pada orang yang pernah meninggalkan kenangan kelam, karena bisa jadi apa yang dia lakukan adalah pintu gerbang agar kita meraih impian. 

Tak usah mencaci pada orang yang pernah mencela, karena sesungguhnya celaan itu adalah cemeti agar kita menjadi sosok yang lebih baik. 

Sejatinya hidup hanyalah sawang sinawang. Apa yang baik di mata kita belum tentu baik di mata orang lain. Terlebih di mata Tuhan. 

Demikian pula dalam hal berkarya. Tak perlu sedih, emosi, atau pun patah semangat ketika karya kita penuh kritik dan hujan. Sebab kritikan adalah vitamin bagi penulis. Hujatan adalah imun yang menjaga mood penulis tetap good. 

Sebuah karya yang penuh kritik bukan berarti jelek, karena semakin banyak kritikan berarti semakin banyak orang yang memperhatikan karya itu. Naskah yang sering ditolak penerbit bukan berarti naskah itu jelek, tapi bisa jadi karena kita salah memilih penerbit. 

Untuk itu, mari kita gunakan cibiran orang sebagai cemeti yang mencambuk semangat kita agar menjadi pribadi yang lebih baik. 

Salam literasi Indonesia. 
Jangan alergi pada kritik tapi alergilah pada kemalasan yang sering mengusik. 

Blitar, 19 September 2020

#BerkacaPadaGareng

No comments:

Pages