Project-S Chapter #8 - FLP Blitar

Project-S Chapter #8

Bagikan



 Oleh Abi Subekti

 

 

#8 – Kontemplasi

23 Juli 2019

-Ditulis oleh Masha

 

 

 

Hai. Setelah kasus mencari anak yang kabur dari rumah kemarin. Kami melakukan evaluasi mengenai apa yang telah kami lakukan selama ini. Dari awal pertama dulu sampai yang kemarin.  Ternyata banyak hal yang luput dari perhatian kami. Jangan kira kami mendapat banyak keuntungan dari apa yang kami lakukan ini ya. Karena jumlahnya yang berbeda-beda, biasanya akan langsung kami bagi untuk masing-masing serta disisihkan untuk keperluan kosan juga. 

 

Ya, pada akhirnya kami jadi berpikir, betapa kurang bersyukurnya kami atas semua yang kami peroleh selama ini. Jadi, hari ini, kami memutuskan untuk sedikit berbagi kepada orang lain. Sedikit, memang hanya sedikit yang bisa kami bagikan. Meski, begitu kami berharap ini bisa menjadi langkah pertama kami untuk lebih baik lagi kedepannya. Harus jauh-jauh lebih baik.

 

Di ruang tamu rumahku, Dona menghitung kotak-kotak sterofoam yang sudah terisi, memasukkannya ke dalam kantong kresek biru besar. Di dapur, Cokro membantuku memeriksa apakah ada kotak yang terlewat di isi atau isinya masih kurang, sementara Haris duduk di kursi samping meja dapur sembari memeriksa catatan kemana tujuan kita hari ini.

 

Kami telah menyiapkan ini semua dari kemarin. Cukup mendadak memang. Kami tidak mau menunda-nunda karena biasanya kalau udah kelamaan jadi males dan berakhir hanya jadi wacana, sayang kan, niat baik malah jadi tidak baik karena dituda-tunda. 

 

Selanjutnya kami berempat belanja bersama, menyiapkan semua bahan bersama, lalu memasaknya bersama. Khusus memasak, ya kami lakukan bersama plus dibantu ibuku, takut masakannya gak enak kalau cuma kami yang masak :) Nanti malah mubazir kan.

 

Setelah semuanya beres. Kami langsung bergerak menuju kota terlebih dulu membagi-bagikan kotak-kotak ini pada kenalan-kenalan anak jalanan kemarin. Mereka nampak terkejut dengan kehadiran kami dengan penampilan yang berbeda, tapi kami hanya menjelaskan sedikit mengenai diri kami yang sebenarnya. 

 

Setelahnya, kami membagikannya kepada tukang becak sekitar kampus. Kemudian kembali lagi ke rumah, memgambil sisa yang lain yang akan kami bagikan di kotak khusus untuk berbagi makanan di masjid Kankab serta beberapa masjid terdekat lainnya. Bagian ini akan dibagikan oleh Dona dan Cokro. 

 

Sementara Aku dan Haris bergerak lagi menuju sekitar kosan. Kami memberanikan diri untuk berbagi sedikit kepada tetangga kosan. Setiap rumah kami beri dua. Canggung sih, apalagi kami dikira sedang ada hajatan, jadi harus selalu menjelaskan setiap kali berpindah rumah. Setelah selesai membagikannya ke tetangga kosan, aku dan Haris bergegas kembali lagi ke Kankab menemui Cokro dan Dona di sana. 

 

Setibanya kami di sana, Dona dan Cokro rupanya tengah duduk santai di depan Kankab sembari  menikmati semangkuk es campur. Kami lantas nimbrung, memesan es campur juga  di bapak-bapak penjual es depan Kankab.

 


 

 

klik untuk mendengarkan

Meraih Mimpi – J-Rocks

Original source: https://www.youtube.com/watch?v=unmUI59b-O8

 .

.

.

 

Tidak banyak yang kami bincangkan siang ini selain hanya sama-sama menatap langit yang sama, menginjak tanah yang sama, serta berjanji untuk memperbaiki banyak hal bersama-sama kedepannnya.

 

“Kalian siap?” tanya Haris. Ia menengok ke kiri kanan memerhatikan kami bertiga bergantian.

 

“Siap lah,” jawab Dona.

 

Cokro memandang kami satu-persatu. “Selalu siap,” selorohnya kemudian.

 

Mereka bertiga kemudian menatapku yang masih diam saja. Aku menatap balik ke arah tiga teman laki-lakiku itu, lantas menyimpul senyuman.

 

”Aku siap, aku siap.” Aku menggerakkan kedua tanganku di depan badan seperti Spongebob yang penuh semangat ketika pertama kali melamar pekerjaan di Krusty Krab. 

 

Sontak kami berempat tertawa terpingkal-pingkal hingga membuat bapak penjual es campur di depan menoleh terkejut memandangi kami yang masih saja terkekeh-kekeh.

No comments:

Pages