MEMBUAT PARAGRAF PENUTUP ARTIKEL - FLP Blitar

MEMBUAT PARAGRAF PENUTUP ARTIKEL

Bagikan
Oleh: Syaif Ahmad

Apa itu Bagian Penutup Artikel?

Bagian penutup atau bab penutup artikel adalah bagian yang mengungkapkan simpulan dan saran secara singkat terhadap pembahasan yang telah diuraikan pada bagian isi.

Menurut I Ketut Suweca, seperti halnya kalimat-kalimat pembuka atau lead, penutup atau ending sebuah artikel pun seyogyanya memiliki gaya menggugah. Kalau paragraf pertama diharapkan mendorong pembaca agar tertarik dan lanjut membaca tulisan itu, maka paragraf penutup dimaksudkan agar pembaca terkesan.

Lantas bagaimana paragraf  penutup sebuah artikel yang memiliki daya gugah?
Mari kita perhatikan tiga contoh paragraf penutup berikut ini:

1.“Mahasiswa tak perlu dipandang sebagai juru selamat atau ratu adil yang kedatangannya perlu dinantikan. Mahasiswa juga tidak perlu dipandang eksklusif sehingga harus selalu berjuang sendirian. Mari berkolaborasi untuk Indonesia yang lebih baik.” 
(Okki Sutanto, Mahasiswa dan Kolaborasi, Kompas, Selasa, 27 Desember 2011, hal. 7).

2.“Ijinkan penulis mengakhiri tulisan ini dengan puisi Cesaire yang dikutip Frantz Fanon (2000:65): Namaku sakit hati/nama baptisku pengkhianat/statusku pemberontak/usiaku seusia batu/rasku ras manusia/agamaku persaudaraan”.
(Fajar Riza Ul Haq, Bakar Diri dalam Demokrasi SBY, Kompas, Selasa, 20 Desember 2011, hal. 6).

3.“Sebagai penutup, marilah kita renungkan apa yang sebenarnya kita dapatkan dari hidup ini. Bukankah kita datang ke dunia dalam kondisi telanjang? Bukankah kita meninggalkan dunia ini hanya dengan membawa selembar kain putih? Jadi, hanya itukah keuntungan yang kita peroleh sepanjang hidup di dunia?”
(Arvan Pradiansyah, Untuk Selembar Kain Putih, Majalah Swasembada, Edisi 1-14 Februari 2007, hal. 126).

Paragraf penutup pada intinya merupakan  kesimpulan dari keseluruhan uraian yang dipaparkan sebelumnya. Kalimatnya menggugah dan benar-benar pilihan. Acapkali ditambahkan dengan kata-kata mutiara, ajakan, pertanyaan, renungan, atau harapan, tidak bertele-tele, fokus dan memberikan saran yang sesuai dengan tema.

Tidak Bertele-tele

Bagian penutup yang baik dan benar kiranya tidak memakan banyak halaman. Idealnya, bagian penutup adalah setengah halaman. Hal ini dikarenakan bagian ini merupakan simpulan akhir dari hasil pembahasan atau isi dan menjadi jawaban atas tujuan yang telah disampaikan pada bagian pendahuluan.
Simpulan yang ditulisan dalam bagian penutup harus to the point. Penutup artikel ditulis untuk mempermudah pembaca memahami isi artikel.

Fokus Merangkum Isi Artikel

Kesalahan yang sering dilakukan saat menuliskan bagian penutup ialah tidak fokus merangkum isi artikel. Hal tersebut sering terjadi karena penulis tidak paham apa yang harus dituliskan pada bagian penutup.
Padahal, pada bagian penutup kita harus fokus menyampaikan kesimpulan. Untuk itu, kita harus melihat poin-poin data temuan dari bagian isi artikel. Dengan begitu, penulisan bagian penutup tidak akan sulit dan mudah dilakukan.

Memberikan Saran yang Sesuai dengan Tema Artikel

Sub bagian penutup memang sering dianggap remeh. Akhirnya, penutup yang dituliskan menjadi melebar ke mana-mana. Padahal, sub bagian itu harus tetap berhubungan dengan tema dan isi artikel.

Untuk membuat penutup sesuai dengan isi dan tema  kita harus mengkorelasikan hasil temuan dalam artikel. Bila terkait dengan hasil penelitian lapangan, kita cukup memberikan saran kepada pelaku di lapangan terkait hasil temuan. Bila itu penelitian berbasis pustaka atau berdasarkan buku referensi, kita cukup memberikan saran terhadap wacana yang diangkat dalam berbagai sumber literasi tersebut.[]





No comments:

Pages