Intip Keberhasilan MTs Maarif Udanawu Mengelola Sampah - FLP Blitar

Intip Keberhasilan MTs Maarif Udanawu Mengelola Sampah

Bagikan
Laporan Fifi Nur Fadilah siswa kelas VIII MTs Ma’arif Bakung Kecamatan Udanawu



Udanawu, MTs Ma'arif Bakung Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar Jawa Timur, menggagas sistem pengelolaan sampah di lingkungan para siswa. Langkah ini dinilai tepat sasaran dalam mengedukasi para siswa memahami arti penting kebersihan sejak dini.


Sabtu (24/08/2019) MTs Ma'arif (Masama) Bakung meresmikan terwujudnya progam bank sampah Masama. Launching tersebut disaksikan oleh para guru dan siswa Masama.


Kepala Masama, Haidar Mirza, menyampaikan bahwa bank sampah merupakan kreativitas yang harus dijunjung tinggi nilainya, bukan sekedar pendapatan hasil Bank Sampah itu, tetapi hasil pemikiranya itu yang harus dikembangkan.


"Keuntungan yang didapat dari progam Bank Sampah antara lain materi walaupun kecil, tanggapnya anak terhadap pemanfaatan sesuatu, barang-barang yang tidak berguna menjadi berguna, bahkan menghasilkan anak yang terampil tanggap dan menjadi tidak malas," kata Haidar.


Haidar berharap untuk yang akan datang akan ada ide-ide baru semacam bank sampah.




Leni Setiawati selaku koordinator bank sampah Masama, menjelaskan bahwa latar belakang dicetuskannya ide bank sampah ini adalah dari ektrakurikuler seni yang berusaha mencari dana tambahan untuk kebutuhan perlengkapan dan berusaha menanamkan rasa peduli lingkungan hingga akhirnya muncul ide semacam bank sampah.


“Awalnya kami kebingungan mencari dana tambahan untuk ektrakurikuler seni, hingga akhirnya muncul ide dari salah satu rekan pembina tari yaitu Bu Maria untuk mengelola sampah. Selain itu kami juga berusaha menanamkan rasa peduli siswa untuk sadar akan pengelolaan sampah ” kata Leni.


Leni juga berharap bahwa bank sampah nantinya akan berkembang dinamis melalui manajemen yang terstruktur. Sebagai bentuk keseriusan, saat ini telah dilibatkan sebanyak 25 siswa yang aktif berkecinampung dalam pengelolaan bank sampah.




Sementara itu, para guru bertugas membimbing para siswa menyelami progam bank sampah.


"Setiap kelas, ada satu anggota Bank Sampah. Masing-masing mengawal beroperasinya bank sampah. Mulai dari mencatat siswa yang menyetor sampah. Rencananya, sampah non organik mayoritas dijual dan sisanya dibuat kerajinan melalui bimbingan guru," kata Leni.

1 comment:

Hendra Burhanudin said...

MELIHAT SUKSESNYA BANK SAMPAH DI UDANAWU YANG DIKELOLA SISWA MTS MA'ARIF BAKUNG KECAMATAN UDANAWU KABUPATEN BLITAR, JAWA TIMUR

Laporan Fifi Nur Fadilah siswa kelas VIII MTs Ma’arif Bakung Kecamatan Udanawu

Pages