FLP Blitar, Warna dalam Hidup Saya - FLP Blitar

FLP Blitar, Warna dalam Hidup Saya

Bagikan
Oleh : Adinda RD Kinasih




Saya kenal FLP Blitar pertama kali di akhir Agustus 2008. Kala itu, launching FLP Blitar digelar di Aula PSBR, dengan menghadirkan Sinta Yudisia dan M. Irfan Hidayatullah.

Namun, selepas itu saya tak lagi mendapat informasi tentang kegiatan FLP Blitar. Baru pada awal Agustus 2015 kabar tentang FLP Blitar terdengar lagi di telinga.

Adalah Ahmad Fahrizal Aziz, yang menghubungi saya untuk ikut acara Halal Bihalal sekaligus Temu Sastra di rumahnya. Fahri pula yang mengajak saya hadir di launching FLP Blitar pada 2008 lalu.

Di acara Halal Bihalal itulah saya mengenal Mas Saif Ahmad, Alfa Anisa, Mbak Lilik Nuktihana, dan lainnya.

*






Sejak masuk FLP Blitar, agenda mingguan saya bertambah. Rutinan FLP setiap Ahad di Perpustakaan Bung Karno. Banyak hal yang dibagi, mulai dari saling membaca karya masing-masing anggota, hingga cerita tentang buku, penulis, lagu, dan film favorit.



Di FLP Blitar pula saya mengalami banyak momen "pertama kali" dalam hidup. Menjadi sekretaris di era Mas Saif hingga Rosy, punya buku antologi cerpen dan puisi, juga berkesempatan diliput media, hehehe. Bahkan, saya kembali bernyanyi setelah sekian lama, itu pun untuk mengisi acara FLP. Hehehe.

Di FLP pula saya mengenal manusia-manusia dengan aneka keunikannya. Nezli, Irsyad, Ryan, Fitriara, Fatwa, Ulil, Candra, Imut, Lulu, Zulfa, Mbak Imro, Mas Hendra, Radhitya Alam, juga Pak Budiyono, Oma Titiek, dan Mas Jon.




Akhirnya, saya juga bisa merasakan pergi ke mana-mana. Sebelumnya, mana pernah terbayangkan bisa anjangsana dari rumah saya hingga ke rumah Rosy, Anafit, dan Saiful di Kesamben sana, dengan motor. Bisa pergi ke Tulungagung naik motor demi bertemu Asma Nadia. Juga bertandang ke sejumlah kafe dan warung seusai rutinan. Itu cukup mengisi libur saya yang memang hanya hari Ahad saja.




Kini saya juga diberi kesempatan menjadi PJ Kelas Nonfiksi. Menjadi moderator di acara Temu Penulis, juga menjadi salah satu pembicara di event Ketemu Buku Blitar di Graha Patria kemarin sore.

Saya makin percaya, bahwa segala hal punya masanya masing-masing. Akan selalu ada waktu yang tepat bagi sebuah harapan untuk bisa terwujud.

*

Maka, sepertinya satu kali ucapan terimakasih tak pernah cukup untuk FLP Blitar. Teringat, dulu saya kerap bercerita pada Fahri, bahwa hidup saya terasa datar sekali. Saya tak punya banyak kesempatan pergi keluar rumah, terlebih karena kondisi fisik saya.




Tapi FLP Blitar dan hampir semua orang yang ada di dalamnya telah mengubahnya. Terimakasih untuk telah percaya dan yakin bahwa saya bisa melampaui diri saya. Terimakasih untuk ragam warna yang kalian torehkan untuk hidup saya.[]

4 Oktober 2019
Adinda RD Kinasih



No comments:

Pages