DUKA DI AWAL MARET - FLP Blitar

DUKA DI AWAL MARET

Bagikan
#RenunganDiri

Bulan Maret 2022 ini bagiku terasa menjadi bulan yang terberat di sepanjang sejarah kehidupanku. Betapa tidak! Di tengah kesibukanku mengerjakan beberapa projeck naskah serta keikutsertaanku dalam #NadBattle2022, dua badai besar menghantamku di tengah perjalanan. 

Rabu, 3 Marer 2022 tepat pukul 22.00 WIB, emakku mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 87 tahun. Seketika langit kurasa runtuh menimpa pundakku. Matahariku menjadi suram dan kelabu. Meski tak ada titik air mata yang menetes dari kedua mataku, tapi aku yakin Tuhan tahu tangis pilu dalam kalbuku. 

Kamis, 8 Maret 2022 jam 02.00 bapakku menyusul kepergian emak menghadap Yang Mahakuasa dalam usia 97 tahun. Tak urung duka kehilangan yang belum mengering harus terkelupas lagi. Hati terasa remuk redam, walau mata hanya mampu terpejam dan bibir hanya bisa terdiam. 

Segumuk telaga air mata menggenang di dada. Sebait kepiluan terangkum di balik sikap diam yang tertekan. 

Namun, takdir memang harus aku terima. Kesadaran bahwa semua yang hidup pasti akan mati, sedikit menenangkan batinku. Apa pun yang terjadi, kehidupan harus tetap berlanjut jika diri tak ingin terbenam dalam laut kesedihan. 

Dengan bersimbah air mata, penaku tetap bergerak memenuhi panggilan jiwa sebagai pegiat dan pelaku literasi. Aku tetap berkarya walau dengan berlinang air mata. Kepergian emak dan bapak kujadikan pelecut agar diri lebih termotivasi untuk berkarya yang terbaik, agar emak dan bapak merasa bangga di alam sana. 

Langkahku memang agak terseok-seok kini, tapi hal itu bukan alasan bagiku untuk menyerah. Sembari berdoa yang terbaik untuk almarhum emak dan bapak tercinta, aku akan terus berdiri tegak di dunia literasi. 

Salam dan terima kasih untuk semua teman, sahabat, dan kerabat yang telah ikut mendoakan emak dan bapak. Terima kasih atas segala bantuannya, semoga Allah akan membalas lebih banyak. 

Semoga renungan ini akan menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa hidup hanyalah sekadar persinggahan. Ada alam abadi yang menanti setelahnya. 

Jadi, mari bekali diri dengan karya yang membawa manfaat untuk kebaikan. 

Salam, literasi Indonesia
Regard : Heru Patria

No comments:

Pages