10 Novel Pertama yang Saya Baca - FLP Blitar

10 Novel Pertama yang Saya Baca

Bagikan
Ahmad Fahrizal Aziz


Sebenarnya minat saya membaca novel cukup terlambat. Baru kelas XI Aliyah, saya bisa membaca novel hingga khatam. Sebelumnya, baru beberapa halaman sudah menyerah. Karena itu, saya mengingat ulang, 10 novel pertama yang saya baca hingga khatam, terhitung sejak tahun 2007.

1. La Barka



Karena pada akhirnya saya masuk jurusan Bahasa, maka mulai membiasakan diri membaca novel. Novel pertama yang kebetulan saya temui di Perpustakaan berjudul La Barka, karya NH. Dini. Sekalipun karya itu tidak lebih populer dibanding karya NH. Dini lainnya seperti Pada Sebuah Kapal dan Keberangkatan.


2. Ayat-ayat Cinta



Seseorang merekomendasikan novel ini untuk saya baca. Karena kebetulan gaya bahasanya lumayan sederhana, maka novel tersebut saya baca hingga khatam dalam waktu sekitar 2 minggu. Itu merupakan novel karya Habiburrahman El Shirazy yang memang sedang populer sekitar tahun 2006-2007, yang kemudian diangkat menjadi film layar lebar.

3. Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2




Dari Ayat-ayat Cinta, lanjut ke karya dari penulis yang sama. Ada dua jilid novel ini, dan saya baca hingga selesai dalam kurun waktu sebulan. Sama halnya dengan Ayat-ayat Cinta, pada 2009 novel itu pun diangkat menjadi film layar lebar.

4. Laskar Pelangi




Rekor membaca novel tercepat saya masih di Laskar Pelangi. Novel tebal karya Andrea Hirata itu saya baca selesai kurang dari seminggu. Pada tahun 2008 novel itu kian terkenal karena di angkat juga menjadi film.

5. Sang Pemimpi




Dari Laskar Pelangi, langsung pindah ke Sang Pemimpi, yang merupakan sekuel dari Laskar Pelangi. Memang lebih tipis, namun dari segi penceritaan, Sang Pemimpi lebih simpel karena hanya fokus pada tokoh Arai. Bagi saya Sang Pemimpi lebih menarik dibanding Laskar Pelangi.

6. Tahajud Cinta


loading...


Karena boomingnya novel religi kala itu, maka saya pun tertarik untuk membaca yang lainnya, termasuk novel Tahajud Cinta karya Muhammad El-Natsir. Meski butuh sekitar sebulan untuk mengkhatamkan novel ini.

7. Di Bawah Lindungan Ka'bah



Novel karya Buya Hamka ini saya baca ketika naik kelas XII, kala itu memang sedang tertarik membaca karya-karya para sastrawan yang sekaligus cendekiawan Muslim seperti Buya Hamka.

8. Khutbah di Atas Bukit




Novel karya Kuntowijoyo ini saya baca selepas meminjam Di Bawah Lindungan Ka'bah. Meski pada waktu itu agak kurang paham apa maksud dari isi novel tersebut, namun karena sosok Kuntowijoyo sangat terkenal dan merupakan salah satu penulis favorit pendiri Forum Lingkar Pena, Helvy Tiana Rossa.

9. Siti Nurbaya



Roman lawas karya Marah Rusli ini sebenarnya ingin saya baca sejak lama, namun baru bisa terwujud ketika naik kelas XII. Dulu sangat terkenal karena diangkat menjadi film. Meski kala itu membaca roman itu lebih karena tugas mereview novel pada pelajaran Sastra Indonesia.

10. Edensor




Jelang kelulusan Aliyah, saya menyelesaikan novel ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi yang berjudul Edensor. Masih bercerita tentang Arai dan Ikal yang akhirnya dapat beasiswa untuk sekolah ke Prancis.

Itulah 10 novel pertama yang saya baca hingga khatam, semuanya dalam waktu sekitar 2 tahun, antara pertengahan 2007 hingga pertengahan 2009. Terima kasih sudah membaca. []

Blitar, 5 Desember 2018
Ahmad Fahrizal Aziz

No comments:

Pages