World Building - FLP Blitar

World Building

Bagikan


Dalam sebuah cerita, peran alur atau plot merupakan hal penting yang akan membawa pembaca mengarungi setiap bagian-bagian konflik yang disajikan. Mulai dari awal si tokoh dan masalahnya dikisahkan sampai pada antiklimaks bagaimana dia mengatasi semua itu.   


Cerita yang berkesan hampir bisa dipastikan mempunyai plot yang matang dan jelas kemana arah tujuannya. Namun, ada satu hal lain dalam plotting cerita yang tak kalah penting yaitu latar tempat cerita tersebut. 

 

Bahkan tanpa disadari latar tempat yang kuat dengan penggambaran yang jelas membuat pembaca seolah merasakan langsung adegan demi adegan dalam cerita.Pada rutinan via ruang daring Gmeet, hari Minggu, 21 November 2021 malam yang dimulai pukul 19.00 WIB. Salah satu mentor FLP Blitar, Pak Dimas Fanny membedah secara mendalam mengenai pengkreasian latar tempat sebuah cerita atau biasa disebut world building.

 

Beliau memaparkan secara detail tahap demi tahap dalam membuat world building sebuah certia. World building, pada umumnya lebih diperuntukkan dalam penulisan cerita fantasi. 

 

Dimana dalam cerita fantasi perlu kejelasan lebih mengenai latar tempat yang biasanya berbeda dengan dunia nyata. Baik makhluk hidup di dalamnya, budaya, kebiasaan, iklim, geografis, dan lain sebagainya.  

 

Meski sebenarnya implementasi world building bisa diaplikasikan dalam penataan latar tempat pada dunia nyata. Penulis bisa saja mengkreasikan tempat-tempat tak biasa ataupun tempat ikonik yang dapat membuat kesan khas. 


 

Ketika suatu saat pembaca mengunjungi tempat tersebut akan ada memori yang melekat pada embaca seperti apa yang ia baca sebelumnya.Pak Dimas memaparkan setidaknya ada 6 tahapan dalam world building. Meliputi pendekatan Makro, dimana penulis mengkreasikan sendiri seluruh dunia berikut budaya di dalamnya. Pendekatan mikro, dimana penulis merancang terbatas pada lokasi cerita yang akan diangakat. 

 

Pendekatan sosial, dimana penulis merancang budaya setempat, kebiasaan hingga tujuan karakter.Pendekatan situasi, yaitu perancangan tentang konflik yang diangakat. Pendekatan sejarah, mengenai latar belakang karakter, masa lalu atau sejarau dunia yang menjadi latar tempat cerita. Dan pendekatan karakter, dimana penulis memfokuskan cerita berdasar konflik karakter.  


Di akhir sesi, Pak Dimas juga memaparkan secara detail terkait pembuatan peta dalam world building. Ada beberapa tahapan yang dalam membuat peta secara manual dengan menggambarnya di atas kertas. Atau jika ingin lebih detail dan terlihat professional Pak Dimas juga mencantumkan web penyedia desain peta gratis.  


 




 

Pengkreasian dunia sebagai latar tempat yang matang dan berkesan, khususnya dalam cerita fantasi memang sedikit rumit dan perlu perhatian lebih. Tapi itu semua akan terbayar ketika pembaca merasa puas oleh cerita kita, bahkan jika mereka seolah sampai merasa terseret masuk dalam cerita yang kita sajikan.

 

 

No comments:

Pages